Sungaiku...
Tempat membakar mimpi-mimpi semu
Setiap bangkai hanya berlalu
Dari isak tangisku
Mengalir kemna-mana
Membelok keselatan atau ke utara
Bahkan ke yang tak pernah ada
Dari akarnya yang jauh disana
Air mengalir jernih, kadang keruh dan bau
Dari masa kemasa
Memberi nafas membunuh mangsa
Sungaiku...
Sepatah dari urat bumi yang telah lelah
Yang setiap saat muntah ketengah
Bila lelah, aliran pekat tersumbat
Tulang, tusuk dan sampah
Saat musim hujan tiba, dan semua asnyik berludah
Membang sampah, memotong arah
Tawa bocah terpatah ditengah
Teriakku mengusir gelisah
Yang terdekat dari garis pinggirnya
Selalu terjaga, kantuk penat kian melesat
Jantungpun berdetak hebat
Sewaktu-waktu mengajak untuk beranjak
Sungaiku tercinta, tinggal cerita...
Mataram, April 2005
No comments:
Post a Comment