Dulu dipinggiran desa ini
Jauh ke belakang kendali modernisasi
Ada jarak lengang hinggap terngiang
Berdebu hanya saat kaki – kaki kuda melintas
Atau saat truk pengangkut gabah hasil sawah
Kini seolah tak ada jarak
Tiap detik kian berisik
Tak sabaran, ringan mulut dan tangan
Hingga jurus – jurus warisan nenek moyang di tunjukkan
Bulu – bulu mata naik Frontal
Gaduh, penat, keringat berderai
Kulit usang mukapun garang
Mataram, 2 Oktober 2008
No comments:
Post a Comment