Telah jelas tersirat
Semua terlukis habis
Siapapun tak bisa menutup mata
Kejayaan lalu semua terkikis
Kini Negeriku telah bau amis
Seluruh titipan untuk bekal mendatang
Kado untuknya yang masih menggumpal
Hilang dan sirna dengan perlahan
Ketika tiba saatnya nanti
Saat mereka baru melihat bumi
Meratap dan berharap
Dan harus siap menaggung beban
Kini aku dalam masaku
Satu dari jutaan turunan
Sedang merintih dan menangis
Karena harus jadi pengemis
Kemana larinya isi perutku
Tak bisa kuraba, kulihat dan kuhisap
Semuanya terbang
Terbawa angin entah kemana
Segalanya telah dipatuk burung jalak
Jalak – jalak liar
Dan hanya menyisakan kulit luar
Sebelum aku sempat mencicipinya
Mataram, 1 April 2004
No comments:
Post a Comment