video-player{background:url(https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg0TFaPhLViHrhCyUJ1w4nB9yeWzSdEDove04yU2ZWqmh90Y_UZaUT6qa7ix-Z0ygXnXYB3j6NwBQDZiubE2f3ogCBPMVjPQi2oXqSnBWB0nvImQAs4G1dYEnvNGVATiiTvXwLWboXN2hg/s1600/psd-samsung-p2370-monitor+3.png) no-repeat top center;height:458px;width:580px;padding-top:35px;margin-left:30px}

Translate

MENCOBA BERSUARA

Bapak...
Ini Ku katakan dan ku ceritakan
Tentang jerit hati, Ku takut mati
Ku lihat dengan mata telanjang

Dipedalaman rimba sana
Sebagian mulus terbakar dan tumbang
Paku – paku bumi hilang
Penahan air saat hujan di babat liar

Bapak...
Tolonglah Aku, lakukan sesuatu
Aku tidak siap tenggelam
Ataupun tertimbun reruntuhan

Aku gerah dengan keadaan
Saat langit menangis aku tenggelam
Dan saat ia tertawa
Aku menjerit kelaparan

Mataram, 2 Oktober 2008

No comments: