video-player{background:url(https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg0TFaPhLViHrhCyUJ1w4nB9yeWzSdEDove04yU2ZWqmh90Y_UZaUT6qa7ix-Z0ygXnXYB3j6NwBQDZiubE2f3ogCBPMVjPQi2oXqSnBWB0nvImQAs4G1dYEnvNGVATiiTvXwLWboXN2hg/s1600/psd-samsung-p2370-monitor+3.png) no-repeat top center;height:458px;width:580px;padding-top:35px;margin-left:30px}

Translate

DIBAWAH GERHANA BULAN

Dibawah gerhana bulan ku panggil namamu
Tanpa jemu tuk membawamu padaku
Sebongkah rasa dalam benak terlahir
Dari ketulusan kasih yang kian kuat terukir

Gerhana bulan melotot di ujung fajar
Melukiskan keindahan walau setengah bundar
Memandangmu dengan mata telanjang
Dan mulai membisikkan bait-bait harapan panjang

Awan, bukakan tabir keindahan
Tuk bisa menatapnya sepanjang malam
Walaupuan yang tampak hanya ruang temaram
Ku yakin sinarmu kan memberiku penunjuk jalan

Jangan cepat berlalu dariku
Sebelum kau bisikkan jawaban harapku
Seperti dirimu yang indah
Diapun indah membuatku gelisah

Di bawah gerhana bulan ku panggil namamu
Walau diselimuti dingin bagai salju
Tak  jemu tuk terus memanggilmu
Walau gerhana bulan ini usai dan berlalu bisu


Praya, 4 Mei 2012

DUA PILIHAN

Seperti yang ingin selalu Ku katakan
Dalam setiap desah Ku ingin menyampaikan
Tuk menyeka kelopak hati yang mendekam
Bersemayam dalam ruang remang

Oh,,,dunia seakan fana oleh buaian kenikmatan
Seakan jiwa – jiwa akan kekal
Padahal hanya sebuah persinggahan
Yang sesaat penuh dengan godaan

Kupaparkan tenatang  janji – janti Tuhan
Dibawah ini ku berikan dua pilihan
Pilihan kenikmatan kekal dengan perjuangan dan penuh godaan
Dan kenikmatan kelam dengan buaian dan warna warni malam.

Dan pernahkan Kau bertanya pada segumpal daging yang namanya hati
Tentang sebuah keputusan dari dua pilihan itu
Atau kau terpaku dalam persimpangan
Bahkan tak ingin memilih dari keduanya?

Tanyakan dari sekarang
Dan segeralah tentukan pilihan

Mataram, Februari 2011