Dibawah gerhana
bulan ku panggil namamu
Tanpa jemu tuk
membawamu padaku
Sebongkah rasa
dalam benak terlahir
Dari ketulusan
kasih yang kian kuat terukir
Gerhana bulan
melotot di ujung fajar
Melukiskan keindahan
walau setengah bundar
Memandangmu dengan
mata telanjang
Dan mulai membisikkan
bait-bait harapan panjang
Awan, bukakan
tabir keindahan
Tuk bisa
menatapnya sepanjang malam
Walaupuan yang
tampak hanya ruang temaram
Ku yakin sinarmu
kan memberiku penunjuk jalan
Jangan cepat berlalu
dariku
Sebelum kau
bisikkan jawaban harapku
Seperti dirimu
yang indah
Diapun indah
membuatku gelisah
Di bawah gerhana
bulan ku panggil namamu
Walau diselimuti
dingin bagai salju
Tak jemu tuk terus memanggilmu
Walau gerhana
bulan ini usai dan berlalu bisu
Praya, 4 Mei
2012