Tak ada tanda ataupun untaian nada-nada
Aku hanya teringat sebuah sabda
Tuk mengakhiri masa ini dengan pendamping setia
Aku telah jauh mengembara dan berkelana
Bertemu berbagai macam kata hiperbola
Sungguh kurindukan harum surga
Saat kita sejalan menaiki tangga-tangga
Kita makhluk beragama
Dan kaulah sebuah karunia
Telah ku sematkan dalam satu jiwa
Akhir sebuah perjalanan panjang Adam mencari Hawa
Ku mulai perjalanan ini bagai seorang nahkoda
Setelah sekian kalinya tertunda bahkan porak-poranda
Karena waktu tak akan kembali mengeulang segalanya
Bila telah terikat tali suci berumah tangga
Cinta telah menjelma semanis delima
Bukan drama sebatang bunga ditengah sabana penuh gulma
Ku yakinkan diriku tuk menambatkan semuanya padamu
Menjelang ikrar janji di depan penghulu
Kaulah tulang rusukku yang telah lama hilang
Ku pinta kembali biar kita satukan
Dengan ikhlas bukan cumbuan jenaka
Atau pelampiasan nafsu semata
Ku ingin Do’a ini makin mustajab
Setelah mulut melontarkan kata ijab
Itikad baik yang selalu ku panjatkan bertubi-tubi
Mengutarakan maksud kepada Ilaihi Robbi
Ku pinang kau dengan niat ibadah
Menjalankan sunnah menjauhkan fitnah
Dengan aqidah mengharapkan hidayah
Semoga sakinah mawaddah warohmah…
Matarm, 30 Desember 2009
*Teruntuk Saudaraku Tercinta: Abay, yang Isya Allah akan menikah bulan Februari besok, amin….