video-player{background:url(https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg0TFaPhLViHrhCyUJ1w4nB9yeWzSdEDove04yU2ZWqmh90Y_UZaUT6qa7ix-Z0ygXnXYB3j6NwBQDZiubE2f3ogCBPMVjPQi2oXqSnBWB0nvImQAs4G1dYEnvNGVATiiTvXwLWboXN2hg/s1600/psd-samsung-p2370-monitor+3.png) no-repeat top center;height:458px;width:580px;padding-top:35px;margin-left:30px}

Translate

KATA TAK TERUCAP

Tujuh tahun yang lalu...
mataku terlalu buta untuk seorang hamba
seolah terjebak hanya dengan tiga kata
yang tidak terungkap sekian lamanya

Disana ada cerita
di sana ada cinta

di dalam sepi tampa cahaya
Aku tersadar akan semuanya
Bintang, kurindukan seraut wajahnya
Aku merasakan kehilangan yang teramat lama

hingar bingar Aku benci
Ku hanya ingin menuruti kata hati
sesaat serasa ada Roh membuntuti
membuatku terperanjat berlalu pergi

Aku tersenyum sendiri
teringat saat - saat indah kita bersama
takkan terkikis walaupun tanpanya
Ku yakin waktu tak akan menghapus semuanya

dengarlah cemasku sebelum Kau bosan
Aku memang bukan kekasihmu
tapi Aku akan senantiasa mencintai
walaupun sebatas sahabat sejati

dan jangan katakan hanya satu dua hari
atau sebatas matahari bersemi
karena Aku disini selalu mencintai
hingga Jantung dan Nadi ini berhenti berdetak sendiri

Mataram, 8 Maret 2009

PELANGIKU

Pelangiku kemana kau pergi?
bergegaslah segera kembali
walau hujan telah sirna berganti terik mentari
tampakkan dirimu dengan indah warna warni

ku selalu menanti dirimu di sini
tuk melukis awan yang menyelimuti bumi
ku duduk menantimu di serambi
dan ku usap bola bening yang bergulir di pipi

semuanya telah terjadi
ini hanya tragedi yang harus ku jawab dalam semedi

tapi barangkali engkau enggan tuk kembali
kan ku bisikkan kesah nurani di setiap ujung pagi
tentang pelangiku yang berlalu pergi

Mataram, 22 Oktober 2008