Aku dengar jeritan dukamu Negeriku
Tiap pagi,siang,sore tersiar kabarmu
Sebuah kabar duka
Sedang melanda Negeriku tercinta
Satu lagi kisah pilumu
Saat mereka datang menyerbu
Jentik-jentiknya berkeliaran
Menghiasi seluruh kawasan
Disetiap ruangan telah penuh
Lorong-lorong sudah sesak terkapar
Mereka butuh sambutan tangan
Darimu yang punya uang
Bibit-bibit Negeri yang baru tumbuh
Calon penerus bangsa
Sang buah hati pewujud cita-cita
Hilang musnah
Saat ini ribuan nyawa meregang melayang
Balita-balita menjerit
Bukan mau netek
Namun jeritan menyambut ajal
Kapankah kabar tenang kan menghiasi pendengaran
Mataram, Februari 2004
No comments:
Post a Comment