Siapakah yang membuatnya resah
Menemukan celah membuat gelisah
Karena bias ku terjemah
Dari raut wajah yang tidak bisa terbantah
Dia terlihat ceria
Senyum lembuh dari gadis berbaju jingga
Beritu terlena akan sebuah goresan pena
Dari seorang yang mengungkapkan rasa bagai pujangga
Hari ini begitu sejalan dalam romantika
Selaksa embun menetes membasahi rongga
Memberi kesejukan hingga palung jiwa
Sesuatu telah menjelma
Sebongkah rasa yang begitu dipuja manusia
Kedengarannya memang sedikit jenaka
Tapi mungkin lebih indah dari alunan biola
Ku eja dan ternyata tak serumit angka-angka
Walaupun di dalamnya ku temukan ada rumus-rumus cinta
Oh Tuhan apakah yang sedang menimpanya
Kurasa sekarang hatinya melayang kealam nirwana
Matanyapun berkaca-kaca
Seketika mulut itupun terbata-bata
Saat dia sadari itu adalah sebuah surat cinta.
Mataram, 27 April 2009
No comments:
Post a Comment