Bulan sabit terjepit rumit dikaki langit
Wujudnya setengah biskuit setelah tergigit
Seakan mengintip dari balik awan berbentuk bukit
Kenapa engkau malu
Tampakkanlah dirimu
Walau awan membalut basah
Menyelimuti hatinya yang lagi gundah
Cericit bola-bola liar berhamburan
Mengurungkan niatnya ke permukaan
Bulan sabit berkedip
Tersapu mentari yang siap terbit
Malam ini dia enggan terkapar
Sebelum sabit tampak bundar
Tapi harapannya kian pudar
Seiring awan menghapusnya samara-samar
Aduhai bulan sabit berbentuk celurit
Menyelinap di balik awan bagai dedemit
Jadi saksi pada bumi yang makin amit-amit
Mataram, 29 Maret 2009
No comments:
Post a Comment