video-player{background:url(https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg0TFaPhLViHrhCyUJ1w4nB9yeWzSdEDove04yU2ZWqmh90Y_UZaUT6qa7ix-Z0ygXnXYB3j6NwBQDZiubE2f3ogCBPMVjPQi2oXqSnBWB0nvImQAs4G1dYEnvNGVATiiTvXwLWboXN2hg/s1600/psd-samsung-p2370-monitor+3.png) no-repeat top center;height:458px;width:580px;padding-top:35px;margin-left:30px}

Translate

ABSTRAK

Malam terus bergulir letih
Berada pada transisi malam dan pagi
Terlelap dalam alam mimpi
Hanya jiwa ini yang masih gelisah
Mengisaratkan ada yang masih menggumpal seperti nanah

Di belakang titian waktu aku terus membuntuti
Seteah tuk kesekian kalinya kau bergeming dengan keberadaanku ini
Apa rasa ini tak boleh tumbuh walau tak mungkin ku rengkuh
Jiwa ini telah kering tuk sekian lamanya

Meski telah ku pejamkan mataku
Batinku menjerit
Dan masih ku dengar bisikan jiwaku yang telah kehilangan rasaku
Hingga aku ikuti jejak jutaan orang yang sedang berbisik lirih
Dengan doa dalam remang malam

Tuhan dengarlah Doaku
Aku tak ingin berdebat dengan mu
Kau telah menumbuhkan dan membesarkan rasa ini dalam jiwaku

Aku lebih siap menghadapi puluhan orang dengan bersenjatakan pisau tajam
Dari pada menghadapi keadaanyang begitu sulit kuterjemahkan.

Mataram, 8 Juni 2009

No comments: