Mengagumimu adalah kebahagiaan
Mengenalmu adalah sebuah kesempatan yang diberikan tuhan
Dan mendambamu adalah sebuah keinginan yang terhalang
Wahai pipi yang kemerah-merahan
Wajahmu terkikis indah
Di setiap embun yang muncul dari setiap kuncup-kuncup daun di pagi yang basah
Begitu indah tak bias kubantah
Menggetarkan darah membuat gelisah
Lemparan senyum itu
Menyiratkan pribadimu
Kupu-kupu hitam putih menari indah
Menghibur hatinya yang lagi resah
Ada apa denganmu wahai gadis berpipi merah
Kemana tawa yang garing renyah
Setelah sesaat terpaku lemah
Dalam dekap malam yang telah tumpah
Tataplah awan saat malam panjang
Jangan biarkan bola bening bergulir di pipimu
Walaupun sekedar pengungkap rasa jemu
Yang kadang tak bias kau ramu
Gadis berpipi merah telah dewasa
Dan bagaikan sebuah romantika
Mengikuti jejak melukiskan panorama
Dan akan berakhir menjadi sebuah fenomena.
Mataram, 27 Maret 2009
No comments:
Post a Comment