video-player{background:url(https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg0TFaPhLViHrhCyUJ1w4nB9yeWzSdEDove04yU2ZWqmh90Y_UZaUT6qa7ix-Z0ygXnXYB3j6NwBQDZiubE2f3ogCBPMVjPQi2oXqSnBWB0nvImQAs4G1dYEnvNGVATiiTvXwLWboXN2hg/s1600/psd-samsung-p2370-monitor+3.png) no-repeat top center;height:458px;width:580px;padding-top:35px;margin-left:30px}

Translate

TIKUS VS CICAK

Di dalam sebuah lobang yang remang, rakyat tikus sedang asyik berpesta. “ Ha.. ha ..ha, berhasil!, berhasil!, teriak raja tikus sambil mengangkat ikan segar yang dicuri dari dapur. Dia tampak sangat puas dan serakah. Dia dan rakyatnya selalu beraksi mencuri ikan dari dapur pada malam hari saat penghuni rumah telah tertidur lelap.
“ Kemarin ayam, sekarang ikan, besok apalagi ya?” celoteh tikus jantan sambil menggigit ikan didepannya. “ Mudah – mudahan besok cumi – cumi!”, aku kepingiiin sekali makan cumi – cumi” jawab tikus betina.
Setiap pagi penghuni rumah selalu marah – marah karena ikannya selalu hilang dicuri oleh tikus – tikus itu, padahal dia sudah menggunakan segala cara untuk menangkap tikus – tikus itu, mulai dari memasang perangkap sampai dengan menggunakan racun tikus, tetapi usahanya tidak pernah berhasil. Rupanya tikus – tikus itu sangat pintar.
Melihat bangsa tikus yang sedang asyik perpesta menikmati ikan hasil curian mereka, bangsa cicakpun geram, karena jatah mereka selalu diambil oleh tikus. Akhirnya raja cicak mengumpulkan rakyatnya.
“ Rakyatku sekalian!, kalian semua dengar” suara raja cicak dengan lantangnya.
“ Ya tuan raja!” sahut rakyat cicak serempak
“ Mulai saat ini saya menyatakan perang dengan bangsa tikus, karena mereka sudah keterlaluan, mereka selalu mengambil jatah makan kita. Apa kalian siap?” tanya raja cicak
“ Siap tuan raja!”, teriak rakyat cicak.
Karena mereka tidak mau kelaparan, akhirnya mereka mulai memikirkan bagaimana caranya untuk mengalahkan bangsa tikus. Panglima cicak akhirnya mendapatkan ide cemerlang dan disetujui oleh raja cicak. Satu minggu kemudian raja tikus kembali mengumpulkan rakyatnya, dia memerintahkan agar seluruh rakyat tikus memotong ekornya, karena ekor cicak bisa tumbuh lagi walaupun sudah terpotong. Semua rakyat cicakpun setuju dan mereka merelakan ekor mereka dipotong demi mengalahkan bangsa tikus.
Setelah semua rakyat cicak melepaskan ekornya mereka lalu mengumpulkannya, akhirnya jadilah tumpukan daging ekor cicak yang besar dan dibentuk bulat – bulat sebesar bola kasti, dan didalamnya dimasukkan jarum – jarum kecil yang tajam.
Sementara itu didalam lubangnya para tikus sedang sibuk mengatur cara agar bisa mencuri daging lagi dari dapur. Mereka berlatih menghindari ranjau dan melatih penciuman agar bisa menandai makanan yang telah di kasih racun. Selain itu juga mereka akan lebih dulu kedapur agar tidak keduluan oleh pasukan cicak, mereka merasa sangat terganggu dengan bangsa cicak yang sering menggagalkan aksi mereka.
Kadang – kadang saat tikus mau beraksi mencuri sesuatu dari dapur, cicak sering menghalangi mereka dan mengejek mereka. Saat tikus mengejar mereka, mereka lari ketempat yang sempit dan tidak dapat dijangkau oleh tikus. Kalaupun tertangkap cicak langsung memotong ekor mereka dan melarikan diri.
Malampun tiba, kebetulan malam itu malam minggu, biasanya kalau hari libur beraneka macam makanan ada didapur. Pasukan tikus dan cicak masing – masing sudah bersiap – siap melakukan aksinya.
Karena tidak ingin keduluan oleh cicak, pasukan tikuspun lebih dulu pergi kedapur, mereka semua keluar dari lubangnya dan setelah mereka agak jauh, pasukan cicak yang bersembunyi tidak jauh dari lubang mereka mulai melaksanakan aksinya. Satu persatu daging sebesar bola kasti yang tak lain adalah kumpulan daging dari ekor mereka di dorong dan ditaruh tepat di depan lubang – lubang tikus, sehingga semua lubang – lubang tikus hampir tertutup. Setelah selesai mereka segera meninggalkan tempat itu, mereka takut nanti pasukan tikus datang. Lalu mereka pergi ke dapur membuntuti pasukan tikus.
Sementara itu didapur, berbagai jenis makanan sudah matang, seperti daging, ikan, sayur dan lain sebagainya. Tidak ada seorangpun didapur membuat pasukan tikus lebih leluasa bergerak. Satu persatu tikus mulai mengangkat penutup makanan, tetapi baru saja mereka mau membawanya, tiba – tiba pemilik rumah datang dan mereka langsung kabur sebelum sempat mengambil satupun makanan.
Pasukan cicak yang dari tadi mengintip tertawa terbahak – bahak melihat pasukan tikus yang lari terbirit – birit. Pasukan tikus yang sangat panik berhamburan manuju lubang mereka, tiba – tiba mereka terhenti dan terkekejut, mata mereka melotot melihat daging yang ada didepan lubang mereka.
“ Wow... kita memang lagi beruntung, nggak dapat mencuri ikan didapur, eh sudah ada yang menaruh daging disini” teriak salah seekor tikus
“ Siapa yang baik hati menaruh daging disini?”’ tanya tikus yang lain
“ Ah...sudahlah, darimana asalnya jangan dipedulikan, mungkin ini dikirim oleh tuhan dari langit untuk kita” jawab raja tikus.
Karena perut mereka sudah lapar, raja tikus langsung memerintahkan rakyatnya untuk memakan daging itu, tampa berpikir panjang rakyat tikus menyerbu daging – daging yang ada didepan lubang mereka. Sebentar kemudian satu persatu dari tikus itu tersendat, seperti ada yang menusuk leher mereka, tak lama kemudian satu persatu tikus itu mati karena tertusuk oleh jarum yang ditaruh oleh pasukan cicak didalam daging itu.
Pasukan cicak pun bergembira, mereka sangat senang akhirnya bisa membunuh tikus dengan perangkap yang mereka pasang. “ Horeee...!” teriak rakyat cicak , “ berarti sekarang semua makanan didapur menjadi milik kita” teriak raja cicak semangat
“ Ayo kita serbu makanan yang ada didapur” teriak raja cicak kembali, mereka semua kegirangan, semua ikan, daging dan makanan lainnya mereka ambil, ada yang berjingkrak – jingkrak dan menari. Saat mereka sedang asik perpesta tiba – tiba pintu dapur terbuka, pemilik rumah datang dan mengagetkan mereka. Mereka semua berlarian menyelamatkan diri, tampa menyadari di dekat mereka ada penggorengan besar berisi minyak goreng yang masih panas bekas goreng ikan. Satu persatu cicak tercebur didalamnya dan akhirnnya mati.
Pemilik rumah yang melihat kejadian itu tertawa senang, dan semenjak saat itu tak ada lagi tikus maupun cicak yang mengambil makananya.
SEKIAN

MATARAM, 2008

2 comments:

This is about my little time said...

haha, cerita yang lucu Din, ada sambungannya ga? kan masih ada Kecoa dll nya yang suka ngambil makanan di dapur.

Unknown said...

InsyaAllah akan ad yang lebih seru dan lucu mas,,,thanks atas commandx.sukses slalu