Nuansa alam yang segar
Di kelilingi kiri kanan semak belukar
Jutaan pohon apik berjajar
Mengiringi perjalanan penuh kelakar
Menelusuri segarnya alam benang stokel
Membuang rasa penat yang kian berjubel
Tanpa ku sadari ada orang yang lagi sebel
Dan lewat goresan ini ku mohon ambun berdobel – dobel
Pada sebuah sua setelah sekian lamanya tak berjumpa
Kita saling bertegur sapa
Sesaat ku bertanya dia siapa
Wajah – wajah yang sekian lama berkelana entah kemana
Apa kabarmu wahai saudaraku
Ini aku temanmu yang dulu pernah duduk sebangku
Lama sudah kita terpisah
Setelah sekian lama kita melangkah menjelajah bagai anak panah
Ku ingin kebersamaan ini kembali ada
Walau entah kapan kan bisa terlaksana
Biarpun dengan sangat sederhana
Karena bagiku dirimu begitu berharga
Saat mata kita saling pandang
Kenangan lalu kembali terbayang
Di daerah benang kelambu kita bercumbu
Saat mengisi liburan hari minggu
Tempat ini akan menjadi sebuah cerita
Bagi kita yang begitu berharga lebih dari permata
Diiringi hawa dingin menerpa
Dan takan akan pernah bisa terlupa
Semua ini begitu indah tuk dilupakan
Riuh air berhamburan dari balik akar – akar rerimbunan
Memanjang bagai benang yang bersatu tak ada putusnya
Seharian sudah kita melepas kerinduan
Biarpun langit pekat tertutup kumparan awan dan bumipun bersimbah air hujan
Tetaplah berjalan ke depan
Dan ku ucapkan sampai berjumpa lai kawan...
Benang Kelambu, 24 Mei 2009
No comments:
Post a Comment