Pelangiku kemana kau pergi?
bergegaslah segera kembali
walau hujan telah sirna berganti terik mentari
tampakkan dirimu dengan indah warna warni
ku selalu menanti dirimu di sini
tuk melukis awan yang menyelimuti bumi
ku duduk menantimu di serambi
dan ku usap bola bening yang bergulir di pipi
semuanya telah terjadi
ini hanya tragedi yang harus ku jawab dalam semedi
tapi barangkali engkau enggan tuk kembali
kan ku bisikkan kesah nurani di setiap ujung pagi
tentang pelangiku yang berlalu pergi
Mataram, 22 Oktober 2008
No comments:
Post a Comment